Menabung dahulu atau Investasi dahulu?

 Kapan harus menabung dan kapan harus investasi?

sc image from pinterest
 


  Saving atau Investing merupakan dua aktivitas yang mana harus dialokasikan ketika memperoleh dana lebih dari pendapatan. Lalu, kapan harus menabung dan kapan harus berinvestasi?

1. Kapan harus menabung?

menabung merupakan kegiatan menyimpan sebagian dana sisa untuk berjaga-jaga dari kejadian yang tidak diinginkan di masa depan. Menabung beragam, bukan hanya dari rekening bank saja. Namun bisa dilakukan di RISK FREE ASSETS(aset dengan resiko yang minim bahkan hampir tidak ada) agar tidak termakan inflasi. Lalu, kapan harus menabung?

  1. ketika belum ada dana darurat: Pastikan bahwa sudah ada dana darurat untuk hidup 3-6 bulan ke depan tanpa gaji apabila belum, menabung dahulu.
  2. ada keadaan yang tidak pasti: Ketika pekerjaan tidak pasti dan keadaan yang mungkin mendesak . Lebih baik jangan langsung terjun ke dunia investasi dulu dam fokus untuk menabung.
  3. keadaan yang membutuhkan dana lebih: sering kali kita dihadapkan oleh situasi seperti biaya pernikahan, pembelian rumah, dan hal-hal yang mendesak sehingga membutuhkan  dana tambahan, ketika itu terjadi,fokus menabung dulu sampai tujuan tercapai  
2. Kapan harus berinvestasi? 

investasi beda dengan berspekulasi, investasi merupakan suatu keadaan dimana kita mengalokasikan secara rutin pendapatan yang kita miliki dengan harapan kenaikan harga aset dimasa yang akan datang, kita juga harus mengetahui aset yang kita investasikan dan tahu tingkat resiko yang sesuai dengan profil kita masing-masing pada berbagai jenis instrumen yang ada. Lalu, kapan kita harus berinvestasi?
  1. ketika sudah ada dana darurat, ada uang lebih: Ketika kita sudah tidak lagi kesulitan dengan dana darurat dan dalam kondisi yang sehat secara finansial "uang nganggur", maka berinvestasi bisa dilakukan. 
  2. siap menanggung volatilitas: Paham bahwa tidak ada investasi yang benar-benar stabil,bahkan dengan membeli saham "blue chip" atau "S&P 500" sekalipun. Investasi di instrumen mana pun memiliki resiko dan volatilitas masing-masing,ketika kita sudah paham akan hal itu dan siap menanggungnya maka investasi sudah siap diteruskan.   
  3. punya tujuan yang spesifik: K
    etika seseorang sudah memiliki tujuan yang jelas (contoh:ingin membangun kekayaan, dana pensiun, melipatgandakan pertumbuhan keuangan, atau mengalahkan inflasi) maka investasi dapat menjadi jemabatan untuk mencapai tujuan tersebut 

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *