Cara menjadi seseorang yang percaya diri
Bedah isi podcast #2: "Be Confident" (menjadi percaya diri) di era Modern.
1. Pentingnya penerimaan diri (self-acceptance)
- Akar kepercayaan diri: Percaya diri dimulai dari penerimaan diri secara utuh terhadap siapa kita, keluarga, dan latar belakang diri kita. Meskipun kondisi tersebut seringkali tidak ideal.
- Bahaya membandingkan diri: Rasa minder seringkali muncul karena adanya perbandingan antara ekspektasi (ingin menjadi seperti orang lain), dengan kenyataan hidup sendiri.
- Sikap hati: Menerima kondisi hidup sebagai titik awal adalah sebuah proses yang secara perlahan akan meningkatkan rasa percaya diri tanpa disadari.
- Berdamai dengan kekurangan: Mengakui kekurangan diri justru membuat seseorang sulit untuk dijatuhkan atau direndahkan oleh orang lain, karena ia sudah memvalidasi hal tersebut sejak awal.
2. Memahami Insecure vs Percaya diri
- Insecure itu berisik: Orang yang merasa insecure cenderung banyak bicara dan pamer untuk menutupi kekurangan mereka, sedangkan orang percaya diri cenderung lebih menerima keadaan dengan apa adanya dan tenang (calm).
- Fokus pada proses: Banyak orang menjadi stres karena ingin terlihat sempurna dimata orang lain. Padahal, kepercayaan diri tumbuh saat seseorang menerima bahwa hidup adalah proses perbaikan berkelanjutan.
- Gambar diri yang akurat: Kesombongan terjadi jika seseorang menilai dirinya lebih tinggi dari kenyataan. Sementara minder terjadi jika seseorang menilai dirinya lebih rendah dari kenyataan.
3. Strategi mengatasi rasa malu
- Lawan dengan tindakan: Satu-satunya cara paling ampuh untuk mengatasi perasaan malu, grogi, overthinking adalah melawan dengan tindakan (action).
- Langkah proses bertahap: Jangan memulai sesuatu dengan langkah langsung berat dan besar yang bisa menyebabkan trauma. Lakukan tindakan secara bertahap, mulai dari skala kecil ke skala besar agar prosesnya berjalan terasa secara alami.
- Menurunkan ekspektasi yang berlebihan: Saat memulai sesuatu, turunkan ekspektasi terhadap hasil yang sempurna agar tidak merasa gagal atau menyerah saat proses awal masih terlalu sulit atau susah.
4. Membangun nilai (value) dan sikap (attitude)
- Nilai diri sebagai fondasi: Memiliki nilai (value) atau keahlian tertentu akan membuat seseorang tetap dihargai oleh orang lain, tidak peduli apa latar belakang ekonominya.
- Kekuatan sikap: Memiliki sikap tahu diri, sopan, dan menghargai orang lain akan melindungi seseorang dari perlakuan buruk orang lain dan mempermudah networking.
- Menjaga kerendahan hati: Menyadari bahwa setiap kemajuan yang terjadi dalam hidup adalah kehendak sang pencipta, menjaga kerendahan hati membantu seseorang tetap percaya diri tanpa menjadi sombong.
Kesimpulan:
Percaya diri bukan tentang menghilangkan rasa malu sepenuhnya, melainkan tentang menerima diri sendiri dan berani mengambil tindakan nyata secara bertahap untuk menjadi lebih baik lagi. Kepercayaan diri yang kokoh dibangun di atas fondasi Nilai/Value diri yang terus ditingkatkan dan sikap (attitude) yang baik, serta kesadaran bahwa hidup adalah sebuah proses kemajuan yang berkelanjutan, bukan sekedar pencapaian hasil akhir yang sempurna.

