Jebakan Kehidupan Modern


 7 jebakan kehidupan modern yang menghambat fokus akan tujuan: 


1. Menunggu sampai siap:

  • Masalah: Banyak orang yang menunda hidup mereka dengan alasan belum siap atau belum memiliki semua yang dibutuhkan.
  • Motivasi: Tindakan kunci untuk meraih impian. "Waktu terbaik pertama untuk menanam pohon adalah 10 tahun lalu, dan waktu terbaik kedua adalah saat ini juga". 
2. Mentalitas korban: 
  • Masalah: Seseorang dengan mentalitas ini selalu menyalahkan apapun atas ketidak beruntungan atau kegagalan mereka karna faktor-faktor eksternal.
  • Motivasi: Kita tidak bisa mengendalikan apapun sesuai dengan apa yang kita inginkan, diluar apa yang bisa kita kontrol. Tetapi kita bisa mengendalikan cara kita merespon keadaan .
3. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain: 
  • Masalah: Jebakan ini umum di era yang informasi/tren sangat cepat berganti ini, seseorang yang bisa mengikuti setiap informasi/tren yang berubah-ubah cenderung menampilkan versi terbaik mereka.
  • Motivasi: Membandingkan diri dengan orang lain adalah aktivitas yang tidak sehat jika berlebihan, merasa diri tidak cukup baik. Padahal setiap orang punya tujuan dan jalannya hidup masing-masing.
4. Mencari dopamin secara instan: 
  • Masalah: Media digital menawarkan dopamin murah yang di dapat dengan sangat mudah, seperti scrolling di sebuah platform media
  • Motivasi: Jika membiasakan hal ini secara terus-menerus dapat menurunkan kapasitas otak untuk menyerap suatu informasi yang panjang dan penting, ini juga berdampak kepada realita hidup dimana orang yang sudah terbiasa dengan instan cenderung tidak bergerak dari zona nyaman, tidak bisa fokus, dan tidak siap dengan kesulitan yang ada. 
5. Mencari jalan pintas atau jalan cepat 
  • Masalah: Keinginan untuk menjadi sukses dengan cara instan seringkali mendorong untuk mengambil jalan yang merugikan orang lain dan terkadang membahayakan diri sendiri. 
  • Motivasi: Seseorang yang tidak mempertimbangkan resiko akan menganggap semua hal yang bisa mempercepat tujuannya adalah hal yang sah untuk dilakukan, padahal segala keputusan baik maupun buruk mempunyai konsekuensi nya masing-masing. dan itu akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri di masa depan.
6. Terjebak dalam konsumerisme berlebihan: 
  • Masalah: Di dorong oleh keinginan untuk mengikuti tren membeli sesuatu hanya sekedar untuk memenuhi hasrat bahagia yang bersifat sementara.
  • Motivasi: Banyak orang yang terjebak oleh sistem ini mereka merasa "jika tidak membeli barang ini maka ia akan tertinggal". Padahal belum tentu barang tersebut bersifat produktif atau hanya sekadar konsumtif. Padahal kebahagian sejati adalah tentang pengelolaan keuangan yang bijak dan perencanaan yang baik untuk pandangan yang terus kedepan (masa depan)yang lebih terjamin.
7. Terjebak dalam Sunk Fallacy
  • Masalah: Sebuah kekeliruan logika yang melibatkan tetap bertahan dalam usaha yang merugi atau gagal karna telah menginvestasikan banyak waktu, uang, atau tenaga yang tidak bisa dikembalikan lagi.
  • Motivasi: Terima bahwa segala sesuatu pasti dapat menjadi pelajaran untuk diri sendiri, ada kalanya seseorang mendapat keberuntungan dan ada kalanya keberuntungan tersebut belum mendapati diri anda. Percaya pada proses dan dan terus evaluasi diri karna dari situ kamju akan mendapatkan suatu yang lebih besar daripada orang lain.
Kesimpulan: 
Kebahagiaan dan kesuksesan tumbuh dari tindakan nyata, bertanggung jawab atas hidup, Memiliki niat yang absolut, fokus pada tujuan dan berani mengambil resiko. 

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *